Teman lama datang pada saya dan to the point ‘bagaimana saya bisa seperti kamu’. Pertanyaan yang terlalu sering saya dengar. Saya pun menyodorkan buku yang merupakan edisi cetak (edisi cetak pertama dan untuk terakhir) “Peta Harta Karun“
Hanya seminggu dia telphon, ah buku ini terlalu sulit bagi saya; saya ga bakat, ga punya modal, dan seambrek alasan lainnya. Sebagaimana biasa saya hanya tersenyum.
Dalam seminar di Gramedia seorang peserta protes karena saya terlalu narsis bicara tentang strategi sukses. Saya hanya tersenyum. Lagi-lagi saya mendengar seabrek alasan kenapa dia tidak bisa seperti saya.
Dalam kesempatan bedah buku saya ‘Kudung Gaul’ di Uninus Bandung beberapa tahun lalu, saya sempat berdiskusi kecil dengan Mbak Fenny, pemilik toko busana Muslim Shafira dan juga Teh Nia, pemilik Rabbani (dalam kesempatan lain) tentang sejarah suksesnya. Akhirnya Saya dan Beliau sama-sama tersenyum. Ternyata seperti itulah jalan sukses.
Cerita terakhir. Dalam diskusi buku saya “Gelombang Kejahatan Seks“, saya sempat diskusi dengan mantan rocker Kang Harry Mukti perihal arah hidupnya yang berubah 180 derajat. Saya dan beliau pun tersenyum. Ternyata seperti itulah jalan sukses.
Cerita di atas sekedar ilustrasi ternyata ‘manusia yang sesungguhnya’ sulit dicari. umumnya berkarakter binatang (maaf) yang tak berperasaan dan (bahkan) tidak menghargai diri sendiri. Rakus, instan dan ambivalen.
Cerita teman saya dan seorang peserta diskusi di atas, sekedar sampel ternyata memang manusia umumnya berharap sukses itu datang dalam sekejap mata. Seperti pesulap yang cukup ‘bim sala bim’ dan jadilah. selanjutnya tidur diatas tumpukan uang, tunjuk sana tunjuk sini, laksana bos besar tanpa cela, bahkan hukum jadi monopoli dirinya sendiri. Na’udzubillah.
Lain lagi dengan Mbak Fenny dan Teh Nia, juga kang Harry Mukti, mendengar cerita suksesnya seperti manikmati terbitnya mentari pagi secara perlahan, atau indahnya gemercik air pegunungan, atau pemandangan yang begitu indah. Hanya itu? TIDAK karena dibalik indahnya matahari ada lapisan panas yang tidak banyak orang tahu. Karena dibalik indahnya gemercik air, tidak banyak tahu perjuangan air itu membelah batu. Dibalik indahnya pemandangan tidak banyak orang tahu seberapa hebat perjuaangan sebuah pohon untuk hidup.
Jika Anda hanya melihat keindahan semata tanpa masuk ke dalamnya, Anda memang tidak berbakat sukses. Tapi jika Anda siap membakar diri (motivasi diri terus menerus), membelah kerasnya kehidupan (tidak manja, buang-buang waktu, hura-hura), dan berjuang tanpa henti untuk tumbuh dan berkembang (menyingkirkan segala kebodohan dan keangkuhan), sekarang dan Masa akan datang milik Anda.
Saya, Mbak Fenny, Teh Nia, Kang Hari, dan Anda akan tersenyum. Ternyata seperti itulah jalan sukses. Anda akan tahu bahwa sukses itu minoritas. Karena minoritas, orang sukses itu selalu memiliki ruangan luas, tidak macet, anti panas dan tidak stress. Kenapa demikian, tentu saja rumahnya luas, mobilnya berAC dan luas juga, dan saat orang lain sibuk bergulat dengan jalanan macet, dia malah asyik ditempat wisata atau tengah bermunajat di multajam.






Muhammad Jamal
on May 4 2009
ya, saya setuju dengan pernyataan kang Toha, emang mayoritas manusia tidak mau berproses secara alami dan cenderung instan untuk menikmati kesenangan padahal semua kenikmatan lahir dari jerih payah dan perjuangan yang boleh jadi berdarah-darah. semoga kita semua dijadikan orang yang sadar bahwa setiap sesuatu memerlukan proses dan perjuangan yang tak mengenal lelah. mohon doanya kang!!!!!
Kusnadi
on May 10 2009
Satu uraian yang indah penuh makna dan nilai, ketika kondisi kehidupan butuh pembenahan dan perbaikan dari segala sisi. Tatanan kondisi kehidupan yang kurang berpihak pada nilai-nilai ilahiyah mengakibatkan dampak kelemahan dan kemiskinan umat mayoritas (orang-orang yang rindu perubahan menuju perbaikan ). Artikel Bapak Toha ini bagai setetes air yang menyejukan memberikan inpirasi, motipasi dan semangat untuk berpikir maju ke depan. Bisakah saya mengikuti jejak bapak menuju perubahan yang baik?
admin
on May 11 2009
Untuk kang M. Jamal, terima kasih komentarnya. Saya berdo’a semoga kita sama-sama sukses.
Untuk Pak Kusnadi, saya dan Anda tidak ada perbedaan. Sukses pasti kita raih jika mampu memahami hukum alam karena sukses itu memang alamiah.
Terima kasih
Dik's (IKRIMA)
on May 18 2009
SubhanaLLah..
inspirasi yang luarrr biasssaaaa..
terima kasih kang Toha, untuk pencerahannya!
yang saya garis bawahi Sukses itu adalah milik kita bersama, maka raihlah sukses itu dengan berani menjalani pahitnya kehidupan.
“jazakumullah..”
heru_surabaya
on July 18 2009
sy sngt setuju bgt kang toha,krn tdk ada stupun ddunia ini yg scra magic akan lgsg kaya.imposible.mau kya hrta hrs kya hti dlu.bravo bang toha
mamat rahmat
on August 9 2009
punteun kang
saya salut ka akang, bari nembe baca artikel ieu. Begini kang, di testimoninya akang dalam formulabisnis.com kalau teu salah bahwa penghasilan akang 150 juta via forbis ieu, kumaha atuh carana kang? punteun mun tiasa mah jawab na ka email baenya…hatur nuhun
sutrisno
on August 17 2009
luar biasa artikel bertenaga raksasa, mohon do’a agar kita semuanya sukses dunia dan akhiratnya amien…
dadang hermawan
on September 22 2009
Artikel yang inspiratif kang Toha semoga selalu di kasih kekuatan, kesehatan oleh Alloh SWT untuk memberikan ide ide yang bermanfaat kepada sesama, kalu kita mengamati alam banyak hikmah hikmah yang dapat kita ambil untuk kesuksesan hidup ini,Orang islam itu seharusnya sukses semua tidak terkecuali tapi karena banyak meninggalkan ajaran agamanya menjadikan umat yang mayoritas ini jadi tertinggal/ terbelakang,miskin,bodoh. Sukses selalu.
totok wibowo
on October 24 2009
memang benar pak toha ,orang yang sukses banyak halangan dan cobaan.makanya banyak yang tumbang di jalan.selamat pada pak toha yang sukses di bisnis online.saya akan mengikuti anda.AMIN.AMIN AMIN.
Fauzy
on April 30 2010
Matematika yang nyata antara orang sukses dan orang yang tidak sukses. Perbedaannya hanya antara mau mencoba dan tidak mau mencoba.
Dadang Hermawan
on August 10 2010
mantaap kang artikelnya, terus berkarya kang..amien..Dadang