Siapa yang tidak mau?
Jika mimpi memiliki rumah dan kendaraan mewah. Penghasilan tetap puluhan, ratusan bahkan milyaran rupiah perbulan tanpa harus bekerja lagi. Santai dipantai dan singgah diberbagai hotel berbintang. Istri cantik dan anak yang selalu ceria menghiasai setiap hari. Mengalirkan air mata bahagia di sisi Ka’bah setiap bulan. Muda kaya, tua bahagia dan mati masuk surga. Siapa yang tidak mau?

Siapa yang mau?
Jangankan rumah dan kendaraan mewah, uang kontrakan bulan kemarin pun belum terbayar. Atau terus menaham malu berkumpul di ‘komplek mertua raya’. Penghasilan hanya cukup tutup utang saja. Besok makan apa atau makan siapa. Istri yang jadi dambaan kini kusam termakan ganasnya hidup. Keceriaan anak-anak hanya dirasakan dalam mimpi saja. Siapa yang mau?

Tapi Siapa yang Peduli?
Siapapun, dimanapun, dan kapanpun tidak akan ada yang peduli Anda kecuali diri Anda sendiri. Tapi benarkan Anda peduli terhadap diri sendiri? umumnya TIDAK. Ketika ingin kaya, tapi tak jarang lari dari kekayaan. berbagai jalan menuju kekayaan yang terbentang luas dianggapnya jalan yang sulit dan menyakitkan. Umumnya memilih jalan mudah walau akhirnya harus ditebus dengan beban hidup yang tiada akhir.

Jangan salahkan siapa-siapa. Hidup adalah pilihan diri sendiri. kita sendiri yang harus menanggung apapun kenyataannya. Dan ‘kenyataan’ itu adalah hasil riil kerja hati, otak dan tubuh Anda. (Toha Nasrudin)


3 Responses to “Jangan Salahkan Siapa-Siapa”

  1. Imam Handoko

    on June 7 2009

    Betul pak Nasrudin..ku tak peduli bahkan terhadap diriku sendiri..

  2. Julia Euvylia

    on July 23 2009

    Benar semua yang dikatakan Pak Nasarudin.
    Jangan salahkan siapa-siapa kalau hidup ini terasa hampa. saya akan menambahkan bahwa : jangan bertanya mengapa terhadap semua yang terjadi di dunia ini tetapi tanyakanlah apa yang akan dilakukan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
    jangan menunggu uluran tangan dari seseorang tetapi berusahalah untuk mengulurkan tangan meskipun hidup ini terasa hampa.

    jangan menunggu seseorang mengerti kita tetapi kitalah yang harus memulai untuk mengerti orang lain.

    jangan menunggu orang lain memaafkan kesalahan kita tetapi kitalah yang harus memaafkan diri sendiri.

    jangan menyesali apa yang telah terjadi tetapi berusalah belajar dan mengambil hikmah dari semua kejadian baik yang menyenangkan dan menyakitkan hati.

    jangan pernah berkata tidak terhadap segala sesuatu yang bersifat positif, tetapi berkatalah tidak untuk segala sesuatu yang bersifat negatif.

    jangan pernah mengklaim seseorang tetapi berusahalah untuk mengerti diri mereka dan jangan menilai dari satu sisi. pelajarilah latar belakangnya dan pahamilah kehidupan mereka.

    berbuat baik terhadap orang lain berarti kita berbuat baik untuk diri sendiri. begitupun sebaliknya.

  3. Fauzy

    on May 2 2010

    “Ooh apa yang terjadi terjadilah” Mengutip syair lagunya Titik Puspa dalam Kupu Kupu Malam. Kalau bisa dan usahakan sih sukses dunia sukses akherat ya pak :-)

Comment RSS

Silakan Beri Komentar

Name: (Required)

E-mail: (Required)

Website:

Komentar Anda Disini:


MOHON MAAF, komentar Anda akan kami tayangkan setelah kami setujui dulu.
Terima kasih.

Software Iklan Baris Massal