MENEMBUS MATA HATI
Pagi ini mentari masih misteri
terjerembab diantara pekatnya kapitalisme
padahal ingin rasanya aku menelannya kembali
agar terbakar segala keponggahan hati
Ku cari diantara awan
di dinding langit hanya ada pesan,
“Aku takkan kembali lagi”
Air mataku tumpah ruah
membanjiri lautan hati
aku membeku diantara rindu
di bawah tumpukan salju
mentari berpesan,
“Jangan mengejarku lagi”
Ku coba membalikkan bumi
semoga masih ada harapan
mentari berpesan tuk terakhir kalinya,
“Carilah penggantiku…”
Aku terhentak tak sadarkan diri
dalam kegundahan, mata hati berbisik,
“Masih banyak jalan”