Setelah sekian lama bertahan, akhirnya saya tidak mampu lagi menahan diri. Facebook telah meluluhkan hati saya untuk segera meminangnya. Semuanya gara-gara ‘mak coblang’ yang terus menerus menanyakan facebook saya.
Terus terang saya tidak menaruh perhatian pada jejaring sosial semacam Facebook, selain sibuk juga merasa kurang berguna. Walau sudah lama sekali mengenal, tapi saya tidak kunjung juga memiliki akun Facebook.
Akhir Pebruari 2010 lalu akhirnya jadi sejarah kehadiran saya di Facebook. Harapan saya, semoga memberikan manfaat dan memberi warna lain. Saya tidak mau aktivitas itu hanya main-main belaka tanpa ada nilai.
Hanya dalam beberapa hari ratusan orang mulai menjadi teman. Dan kesempatan ini saya undang Anda untuk bergabung menjadi teman. Mudah-mudahan memberikan manfaat. Jika kebetulan berbarengan online, mari kita chat.
Silakan klik gambar di samping untuk menjadi penggemar blog ini, Klik “Jadi Penggemar”
Klik disini untuk bergabung langsung dengan facebook saya.
Terima kasih
(Toha Nasrudin)



aaronarin
on March 7 2010
ke TKP dulu
J.haryadi
on March 9 2010
Kita tidak bisa melawan derasnya kemajuan teknologi pak, yang bisa kita lakukan adalah melakukan penyaringan dan mengendalikan teknologi itu sendiri. Jadi, mengapa tabu dengan Facebook ? justru tadinya saya berpikir pak Toha sudah lebih dulu dari saya menggunakan Facebook. Saya pun termasuk orang yang sama-sama dikalahkan oleh ketenarannya sehingga jadi “pacar” setianya …..
admin
on March 9 2010
Setuju Pak
Fauzy
on March 9 2010
Ibarat lahan sawah, tergantung petaninya pak. Mau ditanami padi atau ketela atau ganja. Kalau dalam memfungsikannya selaras dengan dimana kita berpijak, saya rasa oce oce saja pak.. Why not? Ya biar tambah gaul, pak hehehehe..
habibi
on March 10 2010
oke pak udh join ne..salam kenal