<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Sadar Akan Kehilangan</title>
	<atom:link href="http://www.tohanasrudin.com/2010/04/12/sadar-akan-kehilangan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.tohanasrudin.com/2010/04/12/sadar-akan-kehilangan/</link>
	<description></description>
	<pubDate>Sat, 04 Feb 2012 17:24:28 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: admin</title>
		<link>http://www.tohanasrudin.com/2010/04/12/sadar-akan-kehilangan/comment-page-1/#comment-2201</link>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 May 2010 23:55:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.tohanasrudin.com/?p=589#comment-2201</guid>
		<description>Pak Fauzi, terima kasih atas seluruh komentar Anda di artikel-artikel saya...semoga semuanya bermanfaat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Fauzi, terima kasih atas seluruh komentar Anda di artikel-artikel saya&#8230;semoga semuanya bermanfaat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Fauzy</title>
		<link>http://www.tohanasrudin.com/2010/04/12/sadar-akan-kehilangan/comment-page-1/#comment-2200</link>
		<dc:creator>Fauzy</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 May 2010 20:46:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.tohanasrudin.com/?p=589#comment-2200</guid>
		<description>Saya tidak tahu persis dari arah mana saya menemukan web bapak. Yang jelas buka sana buka sini dan tak sengaja menemukan web bapak dan rupanya juga saya tertinggal kereta. Maka agar saya tidak ketinggalan dan kehilangan informasi, saya coba telusuri artikel artikel bapak mulai dari awal. Ada sebagian yang saya berikan komentar. Namun sesungguhnya komentar itu saya tujukan untuk diri saya sendiri untuk memotivasi diri karena saya sempat kehilangan semangat dan impian terkubur, bertalian dengan kegagalan kegagalan yang pernah saya alami terutama dalam bisnis konvensional dan network marketing. Hingga dalam hati saya memvonis diri saya sendiri sebagai orang yang gagal. Tapi Alhamdulillah seorang teman yang peduli dengan saya memberikan sebuah buku yang mengupas tentang kegagalan. Bagai "dicharger" semangat saya timbul lagi dan gambaran impian mulai nampak lagi. Saya bangga pernah gagal, karena disitu saya pernah mencoba dan berusaha walau gagal akhirnya, terlepas dari keberhasilan. Di buku itu ditulis : "Janganlah menilai orang yang MENCOBA dan GAGAL, tetapi nilai orang yang GAGAL MENCOBA".
Mumpung masih ada "kesempatan waktu" saya mau bangkit lagi sebelum saya kehilangan kesempatan waktu. Dengan bermodalkan "sakit hati" dan "dendam", serta bekal senjata "dream book's", saya akan melakukan perang kembali untuk melawan ketidak berdayaan saya menggapai sukses..
Sukses dunia sukses akherat!.
Semoga Allah masih memberikan kesempatan waktu saya untuk bisa berbuat dengan lebih baik lagi sebelum saya kehilangan kesempatan waktu. Semoga!
Terima kasih pak Toha, semoga saya bisa menapaki jalan yang pernah bapak lalui untuk menuju sukses!.
Artikel bapak yang tentang bermodalkan "sakit hati" dan "dream book's" sangat memicu saya kembali dan mengingatkan saya pada masa perjuangan tempo dulu dalam menggapai impian.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya tidak tahu persis dari arah mana saya menemukan web bapak. Yang jelas buka sana buka sini dan tak sengaja menemukan web bapak dan rupanya juga saya tertinggal kereta. Maka agar saya tidak ketinggalan dan kehilangan informasi, saya coba telusuri artikel artikel bapak mulai dari awal. Ada sebagian yang saya berikan komentar. Namun sesungguhnya komentar itu saya tujukan untuk diri saya sendiri untuk memotivasi diri karena saya sempat kehilangan semangat dan impian terkubur, bertalian dengan kegagalan kegagalan yang pernah saya alami terutama dalam bisnis konvensional dan network marketing. Hingga dalam hati saya memvonis diri saya sendiri sebagai orang yang gagal. Tapi Alhamdulillah seorang teman yang peduli dengan saya memberikan sebuah buku yang mengupas tentang kegagalan. Bagai &#8220;dicharger&#8221; semangat saya timbul lagi dan gambaran impian mulai nampak lagi. Saya bangga pernah gagal, karena disitu saya pernah mencoba dan berusaha walau gagal akhirnya, terlepas dari keberhasilan. Di buku itu ditulis : &#8220;Janganlah menilai orang yang MENCOBA dan GAGAL, tetapi nilai orang yang GAGAL MENCOBA&#8221;.<br />
Mumpung masih ada &#8220;kesempatan waktu&#8221; saya mau bangkit lagi sebelum saya kehilangan kesempatan waktu. Dengan bermodalkan &#8220;sakit hati&#8221; dan &#8220;dendam&#8221;, serta bekal senjata &#8220;dream book&#8217;s&#8221;, saya akan melakukan perang kembali untuk melawan ketidak berdayaan saya menggapai sukses..<br />
Sukses dunia sukses akherat!.<br />
Semoga Allah masih memberikan kesempatan waktu saya untuk bisa berbuat dengan lebih baik lagi sebelum saya kehilangan kesempatan waktu. Semoga!<br />
Terima kasih pak Toha, semoga saya bisa menapaki jalan yang pernah bapak lalui untuk menuju sukses!.<br />
Artikel bapak yang tentang bermodalkan &#8220;sakit hati&#8221; dan &#8220;dream book&#8217;s&#8221; sangat memicu saya kembali dan mengingatkan saya pada masa perjuangan tempo dulu dalam menggapai impian.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Fauzy</title>
		<link>http://www.tohanasrudin.com/2010/04/12/sadar-akan-kehilangan/comment-page-1/#comment-2180</link>
		<dc:creator>Fauzy</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Apr 2010 18:24:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.tohanasrudin.com/?p=589#comment-2180</guid>
		<description>Saya mendapati bahwa setelah saya kehilangan kedua orang tua saya terlebih dengan kehilangan seseorang yang selalu mendampingi hidup saya karena semuanya telah dipanggil olehNYA. Saya baru "sadar" bahwa hidup itu tidak selamanya indah. Pada suatu ketika kita berada di penghujung jalan tergilas oleh bergulirnya waktu. Yang terbaik memang kita harus ingat apa yang mesti perlu kita ingat! Moga kita semua termasuk orang orang yang selalu ingat semuanya itu!. Amien...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mendapati bahwa setelah saya kehilangan kedua orang tua saya terlebih dengan kehilangan seseorang yang selalu mendampingi hidup saya karena semuanya telah dipanggil olehNYA. Saya baru &#8220;sadar&#8221; bahwa hidup itu tidak selamanya indah. Pada suatu ketika kita berada di penghujung jalan tergilas oleh bergulirnya waktu. Yang terbaik memang kita harus ingat apa yang mesti perlu kita ingat! Moga kita semua termasuk orang orang yang selalu ingat semuanya itu!. Amien&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

