Semua Posting Kategori Diary Hati category


Bukan perjuangan jika tidak ada pengorbanan. Setiap pengorbanan pasti berkonotasi sakit, pedih, perih, pahit, duka, terhina  atau berkurangnya sesuatu yang kita miliki.  Semakin banyak pengorbanan itu semakin banyak rasa sakit yang kita alami, tapi semakin cepatlah kita sukses.

Apa saja yang kita korbankan? yang pasti waktu,  tenaga, pikiran, dan materi bahkan kebebasan.  Sayang sekali memang, tapi itulah hidup. Untuk memperoleh kesenangan mesti melalui jalan berliku dulu. …..BACA SELENGKAPNYA… »

Sangat manusiawi dan merupakan fitrah jika kita berharap hidup sukses dan terhindar dari berbagai masalah. Tidaklah normal manakala orang berharap kemiskinan atau munculnya masalah dalam hidup.

Sayangnya, jalan menuju kesuksesan tidak dibangun di atas kesuksesan. Ia dibangun di atas kegagalan bahkan kehancuran. Jatuh bangun bahkan nyaris prustasi, adalah jalan umum yang dilalui kebanyakan orang sukses. …..BACA SELENGKAPNYA… »

Bahagia menurut saya adalah ketika Anda menerima diri Anda dalam satu kesatuan ruang dan waktu. Jika Anda merasa waktu dan tempat saat  ini adalah yang terbaik,  itulah bahagia.

Bahagia adalah ketika Anda menghargai dan mencintai apa yang Anda punya saat ini, bukan yang orang lain punya. Bahagia adalah ketika Anda yakin, hari ini yang terbaik karena esok belum tentu ada dan masa lalu hanya tinggal puing-puing yang prak poranda digilas zaman. …..BACA SELENGKAPNYA… »

Sebagian pengunjung yang komentarnya sengaja tidak saya approve sering menanyakan tampilan foto di header blog ini terutama topi coboy yang saya kenakan. Tidak harus sebenarnya saya menjelaskan, namun untuk mengakhiri banyak pertanyaan, oke saya jelaskan.

Foto tersebut asli bukan rekayasa. Difoto dalam sebuah acara seminar bisnis di Surabaya. Kebetulan malam harinya ada ajang perkenalan sambil makan malam dengan tema acara ‘coboy night’. Saya bawa pakaian ala coboy dari Bandung yang sengaja untuk acara tersebut. …..BACA SELENGKAPNYA… »

Negara agamis tidak menjamin bebas dari pornografi. Bahkan negara mayoritas Islam paling porno menurut saya adalah Indonesia. Coba tengok tayangan televisi atau media cetak sarat dengan pesta lendir. Pamer paha dan dada (maaf) menjadi pemandangan sehari-hari.

Tubuh wanita menjadi komoditas masif dalam industri media Indonesia. Tak ada buka-bukaan sepertinya ga asyik.  Ruang pribadi sudah melanglang buana di atas pentas (ruang publik), bahkan dianggap hal yang wajar. Ironis memang. Padahal sebuah peradaban akan muncul manakala manusia kembali pada jati dirinya sebagai manusia, bukan sebagai binatang. …..BACA SELENGKAPNYA… »




LinkDock.com You found linkdock.com, so will your customers. It's a great label for your website and will help you define your identity on the Web.